I believe in angels. Something good in everything I see. I believe in angels. When I know the time is right for me.
Kakakku Segalanya Untukku

Pukul 04.25 P.M , aku baru saja keluar dari kelas. Hari ini mungkin adalah hari yang paling buruk untukku. Kau tau ? Aku sudah dipermalukan di depan kelas dan di depan semua murid sekolahku oleh si Yupi ! Iya Yupi  ! Itu si Dicky. 3 tahun aku sekolah disini , 3 tahun aku satu kelas dengannya , 3 tahun pula aku selalu dikerjain sama dia. Gak bosen apa ya dia ngerjain aku melulu ? Bodolah yang penting dia gak membunuhku. Aku keluar kelas dengan wajah masam dan bibir manyun. Di luar gerbang aku sudah melihat kak Reza yang ternyata sudah menungguku daritadi. Kak Reza memang selalu menjemputku kalau dia pulang kuliah sore hari. Lalu kak Eca menyapaku dengan gaya khasnya (ngerapp).

"Soo… sooo… ssooo… reeee ddddd…. ddddeeee……"

"Kak Eca bisa gak nyapanya gak gitu ? pusing aku dengernyaaaaa…"

"Hehehe maaf deh adik sayangg."

"Heeemmm…"

"Kamu kenapa atuh kok mukanya ditekuk begitu ?"

"Gak , aku gapapa. Aku cuma lagi kesel aja sama temen."

"Kesel kunaon adik sayang ?"

"Kesel gara-gara aku hari ini dikerjain lagi sama si Yupi !"

"Oh si Dicky ? kakak udah enek deh denger nama dia ngerjain kamu melulu dek."

"Aku juga enek banget kak dikerjain melulu sama dia."

"Suka kali dia sama kamu deee."

"HAH ? SUKA ? IIYYYUUKKHHHH GAK DEH !"

"Kenapa emang ?"

"Gak deh gak , mending sama Rangga !"

"Siapa lagi tuh ?"

"Ha ? engga bukan siapa-siapa kakk hehe."

Tiba-tiba aku keceplosan menyebut nama cowo yang aku suka di depan kak Eca. Duh kayanya kak Eca curiga nih sama aku. Biarlah , kak Eca gak tau siapa Rangga. Akhirnya aku dan kak Eca pulang. Diperjalanan aku melihat si Yupi (kenapa dipanggil YUPI ? karena , asal kalian tau ya dia itu suka banget sama PERMEN YUPI hahahaha) bersama mobilnya ada di pinggir jalan. Ternyata mobilnya si Yupi mogok ahahai. Lalu aku suruh kak Eca memberhentikan mobilnya ke pinggir.

"Kak Eca , berhenti sebentar deh."

"Mau ngapain ?"

"Mauuuuuuuu ngapain aja bolehhhhhh."

"Hahhh , yaudah."

"Hihihi…"

Lalu kak Eca memberhentikan mobilnya dan aku langsung turun dan menuju ke tempat dimana si Yupi memberhentikan mobilnya. Aku menyapanya dan berkata.

"Yupiiiii…. lagi ngapain ?"

"Butik ya ? mobil gue mogok nihh Ren (Ren ? Ren itu kepanjangan dari RENA. Namaku Rena lokhh haha) !"

"Hihihihi."

"Ketawa lagi , bukannya bantuin gue."

"Ohhh mau dibantuinnnn…."

"Cepetann.."

Tapi tiba-tiba kak Eca memanggilku.

"ADEEEEEEEEEEEE AYO CEPETAN KAKAK LAPER INIIIII."

"IYA KAK SABARR….."

Dan aku pun pamit kepada Dicky sambil tersenyum meledek.

"Yahhh Dicky maaf , aku harus pulang. Kak Eca udah manggil tuh."

"Hhahhh yaudah sono pulang !"

"Oke dehhh. Dada honeyyyy."

"Kamfreett…"

Dengan kesalnya Dicky menendang ban mobilnya hingga bocor. Aku dan kak Eca tertawa melihat tingkahnya yang lucu itu. Sudah puas kami menertawakan ulah Dicky , kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami menuju rumah.

Sesampainya di rumah aku langsung naik ke atas dan menuju kamarku dan kak Eca mengikuti.

"Ngapain kak ?"

"Ikut ke kamar."

"Ngapain ? AKU MAU GANTI BAJU !"

"Oh iya hehe maaf maaf dekk maaf."

Lalu aku masuk kamar dan mengganti bajuku. Setelah ganti baju , lalu aku turun untuk makan siang. Ternyata kak Eca sudah duduk duluan di meja makan. Ya iyalah tadi di jalan kak Eca udah bilang kalo dia laper setengah mati katanya. Asal kalian tau ya , kak Eca itu rakus banget. Kak Eca itu kalo udah laper bisa sampe 2 piring dia sikat. Gak nyangka ya , kakakku ganteng tapi makannya banyak. Emang dasar dia rakus.

"Kang , tos tuang sabaraha piring ?"

"2. Naon ?"

"Gapapa kok kakk hehe…"

"Mau ? nihh masih ada…"

"Yaaaa…"

Aku cuma kedapatan sedikit lauk. Teganya dia kepadaku. Sebenernya aku kesal sama dia , tapi dia kakakku. Gak boleh kesal-kesalan dan marahan melulu , nanti dia pergi lagi. Oh ya , aku di rumah cuma sama kak Eca dan pembantuku aja. Pembantuku namanya Bibik Surti. Dia baik sama aku dan kak Eca. Dia juga yang sudah mengasuhku selama 17 tahun. Ah udah ya ngebahas Bik Surtinya. Sekarang waktunya aku menghabiskan makananku. Setelah makan nanti aku dan kak Eca ingin pergi ke toko buku. Tumben dia mengajakku ke toko buku , padahal melihat buku saja dia sudah muak dan mau muntah.

"Sisinarieun maneh ngajakan ka toko buku , biasa na ge mun ningali buku geus rek utah."

"Hahaha emang kenapa ? gak boleh kakak mau  ke toko buku ? nanti kakak beliin novel deh buat kamu."

"Eeemmm gapapa sihhh kakk cuma aneh aja , tumben kakak ngajakin ke toko buku. Kalo dibeliin novel gapapa deh tapi gak cuma 1 ya kak."

"Diajak nawar lagi. Iya deh terserah mau berapa."

"Makasi kakak Rezaaaaaaaaaa…. kakak baikkk bangettt…. (ciumin pipinya)."

"Wahaha makasi dicium (jarang-jarang kan kak Eca dicium cewe cantik) hahahai."

"Hahaha udah ayo berangkat."

"Yukk…!!!!"

Setelah lama aku dan kak Eca berbincang-bincang , aku dan kak Eca pun langsung berangkat menuju toko buku. Diperjalanan aku hanya asik sendiri mendengarkan MP3 ku , sedangkan kak Eca asik menyetir (kasihan ya kak Eca jadi supir aku). Tak terasa ternyata sudah sampai di toko buku. Tiba-tiba.

"Ayoo deeee cepetan turunnn."

"Sabar kak sabar ini baju aku nyangkut."

"Cepet !!!!"

"Iya iya iya."

Sesamainya di dalam , kak Reza menghampiri seorang cewe cantik , berambut panjang , berkulit putih dan berbaju hitam. Itu siapa ya kira-kira ? eeeemmmm mungkin temannya. Tapi tiba-tiba kak Eca berkata.

"Renaaaaaa… kenalkan ini pacar kakak. Namanya Fany. Cantik kan ?"

"Oh ya ? serius kak ? aku gak yakin."

"Yehh. Nih kenalan sendiri."

Lalu kak Fany mulai memperkenalkan dirinya kepadaku.

"Hay deee… kenalin aku Fany. Aku pacar kakakmu."

"Ya. Aku Rena."

Sambil berjabat tangan aku dan kak Fany saling memperkenalkan diri masing-masing. Kak Fany orangnya ramah juga ya ternyata. Tapi kok dia mau ya sama kak Eca ? aku bingung deh. Kalo dia tau sifat aslinya kak Eca yang super duper rakus itu mungkin kak Eca bakalan diputusin. Tapi semoga enggak deh , soalnya kak Fany sepertinya orangnya baik dan bisa menerima kak Eca apa adanya , bukan ada apanya.

Beberapa saat kemudian setelah kami berbincang-bincang , kak Eca memberikan uang kepadaku sebesar Rp 100.000,- Kata kak Eca itu buat beli novel. Wah tumben kak Eca baik banget kasih aku uang 100.000 ribu gini. Cukup buat beli novel banyak nih. Tapi tiba-tiba.

"Dek kembalinya gocap ya."

"WHAT ? IHHH KAKAKK KIRAIN 100 RIBU BUAT AKU SEMUAAAAA…."

"Ya enggak atuh adikkkk…"

"Huuuhh !!!"

Ternyata aku cuma dikasih 50 ribu buat beli novel. Tuh kan , kak Eca itu gak cuma rakus tapi juga pelit. Selagi aku membeli novel , ternyata kak Eca dan kak Fany pacaran dibacah. Ah begini nih rasanya menjomblo. Saat aku berjalan dan mencari buku novel yang menurutku bagus , tiba-tiba.

"AAAWWWWW….."

"Eh ya ampun maaf maaf maaf. Kamu gapapa kan ?"

"Duhhh.. gapapa kok."

"Maaf ya maaf aku gak lihat."

"Ya iya iya gapapa kok."

"Eh kamu Rena kan temennya Dicky ?"

"Iya. Kamu Rangga kan ?"

"Iya. Wahh gak nyangka bisa ketemu sama kamu disini hehehe…"

"Hehe iya aku juga gak nyangka bisa ketemu kamu disini (Ya Tuhan aku senanggggggg)."

Ya Tuhan , itu Rangga itu Rangga itu Rangga itu Rangga. Dia dia dia itu cowo yang aku suka. Namanya Rangga Dewamoela Soekarta. Wah dia itu ganteng , manis , lucu , cakep , baik , ramah , pokoknya semua yang baik-baik ada di dia. Begini nih kalo aku lagi jatuh cinta , apa aja bisa bikin aku senang. Tak sadar , aku dan Rangga jadi jalan bareng deh di toko buku ini. Rangga menemaniku mencari novel dan dia juga ternyata seleranya sama lokh. Dia suka baca novel juga , dan juga dia suka dengan novel yang lucu dan romantis. Emmhh kalo jodoh emang gak kemana ya hehehe. Setelah beberapa lama kami mencari novel yang ingin dibeli , aku pun langsung menuju kasir untuk membayar buku itu. Setelah itu kamu turun untuk menemui kak Eca.

Geleng-geleng kepala aku melihat kak Eca yang sok romantis di depan kak Fany (tapi emang kakakku romantis sih haha). Lalu aku berkata.

"Masih keneh bobogohan , teu bosen kitu ? Jeung eta dahareun baek deuih , urang teu dibere."

"Hehehehe maaf deh adeee sayangggg kakak sama kak Fany laper soalnya , jadinya kamu gak dibagi deh."

"Huuhhhh payah."

"Eh ngomong-ngomong itu siapa ?"

"Oh iya kak kenalin ini temen aku namanya Rangga."

"Rangga ? kayanya kakak pernah denger nama itu. Tapi kapan dan dimana ya."

"Ha ? haha becanda aja."

"Serius !!!"

Ternyata kak Eca massih ingat waktu aku keceplosan ngomong “Gak deh , mending sama Rangga.” Duh semoga aja kak Eca enggak inget deh. Tiba-tiba Rangga berkata.

"Hay kak , saya Rangga."

"Salam kenal Rangga."

"Salam kenal juga kak Eca."

"Nama saya Reza."

"Oh ya maaf kak Reza."

Sangat sangat berwibawa. Dia sopan ternyata orangnya. Gak salah aku suka sama dia. Aku pasti bisa belajar banyak mengenai sopan santun hehe. Dari kejauhan aku melihat seorang cowo berkacamata dan berbehel. Kenapa coba aku harus ketemu sama Dicky disaat suasana hati sedang berbunga-bunga gini ? Dia itu selalu aja bikin rusak suasana. Pasti ada niat jahat dia kesini. Darimana dia tau aku disini ? huuuhh ! Tapi tiba-tiba Dicky menghampiri kami dan berkata.

"Wedeh ketemu disini. Wetssss ada Rena. Weyy Ren !"

"Heeemm."

"Masih bete aja lu sama gue."

"Nggak."

Udah tau aku masih kesel banget sama dia , dia nanya kaya gitu. Kadang-kadang emang ya dia. Tapi , eh eh itu siapa di belakangnya Dicky ? Mereka mengikuti di belakang Dicky. Ada 4 orang , cowo ganteng pula. Apa temannya Rangga juga ya ? Ternyata benar , mereka itu temannya Rangga. Aku baru tau kalau Dicky dan Rangga sudah berteman sejak lama. Mereka sudah sangat akrab karena pertemanan mereka sudah terjalin sejak kecil. Oh ya , keempat cowo tadi itu namanya Bisma , Morgan , Ilham dan Rafael. Ganteng banget mereka , yakin deh pasti cewe-cewe di toko buku ini terpanah dengan kedatangan mereka (ya ampun berlebihan). Tiba-tiba Rangga dan lainnya pamit pergi karena mereka ingin lanjut lagi jalan-jalannya.

"Rena , aku dan lainnya pamit ya Ren. Kita mash mau lanjut jalan lagi nih."

"Sipp deh Rangga."

"Oke. Bye Rena."

"Bye Rangga…."

Hampa rasanya baru beberapa menit saja ditinggal sama Rangga. Kak Reza tiba-tiba mengajakku pulang. Tapi sebelum kak Reza mengajakku pulang , kak Fany sudah pamit pulang duluan. Kak Reza gimana ya kok pacarnya gak diajak pulang bareng. Yasudah setelah itu kami pulang. Ku lihat diperjalanan ada.

"Weh kak apaan tuh rame-rame ?"

"Gak tau dek , apaan ya ? Turun yuk de."

"Yu kak yuuu…"

Ya Tuhan , itu Rangga dan kawan-kawannya. Bisma dan Morgan memegang sebuah simbol berbentuk LOVE yang sangat besar. Dicky , Ilham , Rangga , dan Rafael tiba-tiba muncul dan menyanyikan lagu I HEART YOU. Dan ditengah-tengah lagu Rangga maju dan dia berkata.

"Maukah kamu menjadi pacarku Rena ?"

"APA ? GAK MUGNKIN ! Ini pasti mimpi kan ?"

"Sini aku cubit."

"Jangan jangan jangan jangan."

"Makanya , ini bukan mimpi Ren. Sudah lama aku menyimpan perasaanku ini Ren. Udah 3 tahun Ren , 3 tahun. Selama ini aku yang menyuruh Dicky untuk mengerjai kamu supaya aku bisa selalu menolong kamu. Kamu ingatkan ? Selama 3 tahun ini selalu aku yang menolongmu saat kamu dikerjai sama Dicky. Itu semua ulahku Ren."

"Oh gitu !"

"Ya Ren , kamu marah ? Marah aja silahkan tapii…."

"Gak gak aku gak marah , aku cuma salut sama kamu. Demi dapetin aku kamu rela ngeliat aku dekrjain terus sama sahabat kamu."

"Ya , aku rela. Tapi sekarang enggak. Siapapun yang mau ngerjain kamu , langkahi dulu mayatku."

"Heehhh  !!! Aku juga suka sama kamu Ngga ! Tapi aku gak nyangka kamu bisa ngelakuin semua ini sama aku ! Kamu rela cewe yang kamu suka dikerjain habis-habisan sama sahabat kamu. Kamu aneh tau Ngga !"

"Katanya gak marah ? Itu kan namanya marah !"

"Aku gak marah ! Aku cuma KESAL DENGAN SEMUA ULAHMU DIBELAKANGKU !"

"Tpi Rena , akkuuu……………"

"AAAHH UDAH DIEM KAMU ! (lepasin gandengan tangannya lalu pergi)"

"Renaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………."

Kekesalanku memuncak. Aku memutuskan untuk tidak ingin bertemu dengan Rangga lagi. Dia sudah keterlaluan membuatku menderita selama 3 tahun ini. Seharusnya dia tidak seperti ini. Kalau dia suka denganku seharusnya dia bilang langsung aja sama aku , gak perlu seperti ini. Ternyata dia gak sebaik yang aku kira. Memang niat dia hanya ingin menunjukkan kalau dia SAYANG sama aku. Tapi aku gak suka cara yang seperti ini. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan melupakan Rangga.

"Ayo kak kita pulang , aku muak sama semua ini."

"Tapi Ren…"

"Oke aku pulang naik Taksi aja !"

"Iya iya iya dek iya."

"Heemmm….."

Diperjalanan aku menangis tanpa henti. Kak Reza pun bingung bagaimana caranya membuatku diam. Lalu kak Reza memberhentikan mobilnya dan berkata.

"Kamu masih punya kakak Ren. Kakak sayang sama kamu Rena. Jangan nangis ya sayang. Kakak juga ikut sedih kalau kamu nangis terus kaya gini. Masih banyak kok cowo yang lebih baik daripada Rangga."

"Aku cuma sakit hati aja kak sama Rangga , kenapa dia ngelakuin semua ini ke aku."

"Udah ya Ren , kamu gak punya pacarpun , kamu masih bisa tersenyum kan karena kakak ?"

"Iya kak. Cuma kakak yang bisa hibur aku saat ini. Makasih kak , aku sayang sama kak Reza."

"Sama-sama sayang. Kakak juga sayang sama kamu (aku memeluk kak Reza sambil menangis dipelukannya)."

Ternyata kakak itu lebih dari pacar ya. Kakak gak pernah bisa putus , tapi pacar ? Mungkin setelah beberapa lama jadian bisa aja putus. Buat yang punya kakak , jaga kakakmu baik-baik dan sayangi mereka ya. Kak Reza , aku sayang kakak walaupun kakak selalu saja membuatku kesal. I LOVE YOU KAK REZA.

JADILAH DIRIMU SENDIRI !
Aku CINTA kamu , tapi rasa CINTA ini hanya bisa aku pendam
Jangan pernah PESIMIS sebelum kamu melakukan sesuatu
KALO GAK SUKA GAK USAH LIHAT !
via Rangga Dewamoela Soekarta
Kenapa ? Kenapa gue gak nyadarin hal ini dari awal ? Cewe kaya gue emang gak pantes dapetin cowo kaya dan sombong kaya dia
via Cinta Cenat Cenut
Kenapa ? Lo Takut ?
Ya mungkin aja lo takut nerima tantangan dari anak2
Karena gak mungkin cewe itu mau sama lo setelah kejadian tadi
via Cinta Cenat Cenut
Segala Sesuatu yang Ada Padanya Terlihat Sangat Tua Kecuali Matanya
via Cinta Cenat Cenut

Muhammad Ilham Fauzie imut ganteng lucu ramah baik hati tidak sombong.

Maybe I have a special feeling for “HIM”